Sekarang kala ku sudah 2thn 6bln its time to weaning! Mengingat usianya yang hampir menginjak angka 2thn lebih membuat saya merasa sedih. Saya merasa akan kehilangan saat-saat kami saling berdekatan. Saat kami bercerita. Saat dia iseng dengan menggigit. Dan saat kami saling berbicara, saat kami bercanda. Aah…akan banyak hal yang hilang saat dia sudah mulai mandiri dan menemukan dunianya. (*mau nangis)
But, the show must go on. Dan saya pun sudah mempersiapkannya dengan sebaik mungkin sejak kala umur 2thn. Jadi menurut saya, sekaranglah saatnya untuk pelan-pelan menyapihnya. Mulai mengenalkan susu UHT yang selama ini ditolaknya mentah-mentah, mengurangi jam nenennya. Namun, kenyataan berkata lain. Kala semakin ‘menggoda’ saya dengan sedikit-sedikit nen, sedikit sedikit nen. Dicuekin sebentar, tebusannya adalah nen. OOoooo NO!
Tapi sekarang its time to weaning! Ayo semangaatttttt
Sudah 5 hari ini kala benar2 sudah tidak nenen.
Hari pertama saat mau tidur malam dia menangis sambil bilang " please bun, boyeh nenen yah" pleaseeeeeeee"
miris sih ga tega udah mau menyodorkan aja tapi aku coba bilang pelan-pelan " nak, kala sudah big boy bukan baby lagi jadi sekarang saatnya klo mau bobo ga pakai nenen, peluk barneynya aja yah!" "iyaaa(*sambil membleh) tapi pegang bolehkan?" owwww noooo tp apa daya gpp pegang nenen. Saya coba pelan2 aja menyapihnya.
Hari ke2-hari ke4
Biasa mengeluarkan tehnik jail kala minta pangku diem2 pegang tarik baju langsung isap aja, hupph bunda lebih cekatan. No nenen udah big boy, udah hebat, okay:)
Harike-5
Tabjub hari ke5 mlm2 sebelum tdr abis didongengin dia bilang "mommie no nenen yah?!? aku big boy yah?"
"yup big boy, dah hebat, jadi no nenen:)"
Kala memang pengertian dari belajar toilet training pun dia cepet ngerti sejak umur 1thn setengah udah ga pakai pampers dan dah bs kontrol pipisnya, sekarang pas weaning pun cepet ngerti juga, walaupun msh dag dig dug, tp yakin bhwa kita bisa ngelewatin ini semua :). Tapi menyapih kala ini aku lakukan secara perlahan bertahap-tahap aku mulai saat kala mau ulang tahun yang kedua dengan bilang " nanti klo sudah tiup lilin di ulang tahun mas kala, berarti sudah tidak nenen lagi yah" kala jawab " okay mommie" tp kenyataannya sih masih nenen aja mulai saat itu saya kurangin waktu frekuensi nenennya, sm klo dia ga minta nenen aku usahain ga ingetin sih, sm mulai ngenalin UHT plain sm dia. Sekalian saya menyiapkan mental saya u bener2 mengikhlaskan kala tidak menenen. sampai akhirnya saya dan kala siap.
Weaning with love adalah tehnik (jika bisa disebut demikian) menyapih yang telah lama saya ketahui dan pelajari
dan merupakan ‘cita-cita’ saya sejak mulai menyusui Kala. Weaning with love maksudnya adalah melakukan penyapihan secara perlahan dan gradual, tanpa pemaksaan dan tidak secara tiba-tiba yang katanya bisa membuat anak trauma. Dalam tehnik ini, anak juga diajak berkomunikasi dengan sang ibu dan dijelaskan, mengapa ia seharusnya tidak lagi menyusu.
Saya sendiri sih tidak pernah menargetkan umur berapa Kala harus disapih. Saya memang bertekad untuk memberikannya ASI sampai paling tidak dia umur 2 tahun, tapi setelahnya saya pikir tergantung dari kondisi. Jika saya dan Kala masih sama-sama menikmati kegiatan ini, ya kenapa tidak diteruskan. Tetapi saya juga berpendapat bahwa jika salah satu sudah tidak lagi merasa nyaman (biasanya sih ibunya ya), sebaiknya mulai dipikirkan untuk menyapih.
Setelah ulang tahun Kala yang kedua,
secara perlahan frekuensi menyusunya berkurang. Ini tidak dilakukan sengaja, tau sendiri dong anak umur dua tahun lagi senang-senangnya bereksplorasi. Jadi saya rasa Kala jadi jarang minta ‘nyenyen’ (istilahnya untuk menyusu) karena seharian ia sibuk bermain. Juga, makanan solidnya sudah rutin 3 x sehari, plus snack 1-2 kali sehari dan ia juga sudah minum susu UHT. Nyenyen? Kalau aku sebelum mau berangkat kerja dan malam saja.Enam bulan setelahnya, saya hanya memberikan ASI pada saat ia tidur malam. Prinsip saya : don’t offer, don’t refuse. Jadi kalau dia tidak minta, ya saya tidak menawarkan. Tapi kalau dia minta juga tidak saya tolak. Tapi saya mulai merasa sangat lelah di malam hari karena Kala masih bangun sekali dan minta disusui. ‘Begadang’ hampir tiap malam ini betul-betul menguras tenaga dan mental dan pada saat itu saya sudah mulai sibuk dengan kerjaan saya
saya mulai sering mengingatkan Kala bahwa kalau dia sudah mulai big boy, jadi sudah tidak perlu lagi menyusu. Dan keluarlah kata-kata ajaib para ibu yang menyapih: “Nyenyen itu buat dedek baby, kalo big boy nggak nyenyen” :D Setelah tinggal beberapa hari menuju 2thn 6bln, saya mulai menguatkan diri untuk betul-betul menyapih Kala. Saya sangat yakin bahwa ia sudah siap. karena pernah loh saya tidak menyusui dia selama 1 hari karena sedang sakit dan minum obat.Klo saya sih siap banget kayanya heheheheh:P
But, the show must go on. Dan saya pun sudah mempersiapkannya dengan sebaik mungkin sejak kala umur 2thn. Jadi menurut saya, sekaranglah saatnya untuk pelan-pelan menyapihnya. Mulai mengenalkan susu UHT yang selama ini ditolaknya mentah-mentah, mengurangi jam nenennya. Namun, kenyataan berkata lain. Kala semakin ‘menggoda’ saya dengan sedikit-sedikit nen, sedikit sedikit nen. Dicuekin sebentar, tebusannya adalah nen. OOoooo NO!
Tapi sekarang its time to weaning! Ayo semangaatttttt
Sudah 5 hari ini kala benar2 sudah tidak nenen.
Hari pertama saat mau tidur malam dia menangis sambil bilang " please bun, boyeh nenen yah" pleaseeeeeeee"
miris sih ga tega udah mau menyodorkan aja tapi aku coba bilang pelan-pelan " nak, kala sudah big boy bukan baby lagi jadi sekarang saatnya klo mau bobo ga pakai nenen, peluk barneynya aja yah!" "iyaaa(*sambil membleh) tapi pegang bolehkan?" owwww noooo tp apa daya gpp pegang nenen. Saya coba pelan2 aja menyapihnya.
Hari ke2-hari ke4
Biasa mengeluarkan tehnik jail kala minta pangku diem2 pegang tarik baju langsung isap aja, hupph bunda lebih cekatan. No nenen udah big boy, udah hebat, okay:)
Harike-5
Tabjub hari ke5 mlm2 sebelum tdr abis didongengin dia bilang "mommie no nenen yah?!? aku big boy yah?"
"yup big boy, dah hebat, jadi no nenen:)"
Kala memang pengertian dari belajar toilet training pun dia cepet ngerti sejak umur 1thn setengah udah ga pakai pampers dan dah bs kontrol pipisnya, sekarang pas weaning pun cepet ngerti juga, walaupun msh dag dig dug, tp yakin bhwa kita bisa ngelewatin ini semua :). Tapi menyapih kala ini aku lakukan secara perlahan bertahap-tahap aku mulai saat kala mau ulang tahun yang kedua dengan bilang " nanti klo sudah tiup lilin di ulang tahun mas kala, berarti sudah tidak nenen lagi yah" kala jawab " okay mommie" tp kenyataannya sih masih nenen aja mulai saat itu saya kurangin waktu frekuensi nenennya, sm klo dia ga minta nenen aku usahain ga ingetin sih, sm mulai ngenalin UHT plain sm dia. Sekalian saya menyiapkan mental saya u bener2 mengikhlaskan kala tidak menenen. sampai akhirnya saya dan kala siap.
Weaning with love adalah tehnik (jika bisa disebut demikian) menyapih yang telah lama saya ketahui dan pelajari
dan merupakan ‘cita-cita’ saya sejak mulai menyusui Kala. Weaning with love maksudnya adalah melakukan penyapihan secara perlahan dan gradual, tanpa pemaksaan dan tidak secara tiba-tiba yang katanya bisa membuat anak trauma. Dalam tehnik ini, anak juga diajak berkomunikasi dengan sang ibu dan dijelaskan, mengapa ia seharusnya tidak lagi menyusu.
Saya sendiri sih tidak pernah menargetkan umur berapa Kala harus disapih. Saya memang bertekad untuk memberikannya ASI sampai paling tidak dia umur 2 tahun, tapi setelahnya saya pikir tergantung dari kondisi. Jika saya dan Kala masih sama-sama menikmati kegiatan ini, ya kenapa tidak diteruskan. Tetapi saya juga berpendapat bahwa jika salah satu sudah tidak lagi merasa nyaman (biasanya sih ibunya ya), sebaiknya mulai dipikirkan untuk menyapih.
Setelah ulang tahun Kala yang kedua,
secara perlahan frekuensi menyusunya berkurang. Ini tidak dilakukan sengaja, tau sendiri dong anak umur dua tahun lagi senang-senangnya bereksplorasi. Jadi saya rasa Kala jadi jarang minta ‘nyenyen’ (istilahnya untuk menyusu) karena seharian ia sibuk bermain. Juga, makanan solidnya sudah rutin 3 x sehari, plus snack 1-2 kali sehari dan ia juga sudah minum susu UHT. Nyenyen? Kalau aku sebelum mau berangkat kerja dan malam saja.Enam bulan setelahnya, saya hanya memberikan ASI pada saat ia tidur malam. Prinsip saya : don’t offer, don’t refuse. Jadi kalau dia tidak minta, ya saya tidak menawarkan. Tapi kalau dia minta juga tidak saya tolak. Tapi saya mulai merasa sangat lelah di malam hari karena Kala masih bangun sekali dan minta disusui. ‘Begadang’ hampir tiap malam ini betul-betul menguras tenaga dan mental dan pada saat itu saya sudah mulai sibuk dengan kerjaan saya
saya mulai sering mengingatkan Kala bahwa kalau dia sudah mulai big boy, jadi sudah tidak perlu lagi menyusu. Dan keluarlah kata-kata ajaib para ibu yang menyapih: “Nyenyen itu buat dedek baby, kalo big boy nggak nyenyen” :D Setelah tinggal beberapa hari menuju 2thn 6bln, saya mulai menguatkan diri untuk betul-betul menyapih Kala. Saya sangat yakin bahwa ia sudah siap. karena pernah loh saya tidak menyusui dia selama 1 hari karena sedang sakit dan minum obat.Klo saya sih siap banget kayanya heheheheh:P


Tidak ada komentar:
Posting Komentar